Guna meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan gereja, maka Klasis Pulau Ambon Utara menyelenggarakan bimbingan teknis pengelolaan keuangan gereja yang diikuti oleh para bendahara di lingkup jemaat dan Klasis. Kegiatan ini sekaligus menjadi media edukasi dan peningkatan spiritual bagi para bendahara dalam mengelola perbendaharaan milik Tuhan yang bersumber dari kolekta dan persembahan persepuluhan jemaat.

 

Kegiatan bimtek diawali dengan doa buka oleh Pendeta J. Kaimarehe dan dilanjutkan dengan arahan Ketua Klasis Pulau Ambon Utara, Pendeta Ny. R. M. Haliwela. Dalam arahannya, Pendeta Ny. R. M. Haliwela menyentil tanggungjawab pengelolaan keuangan harus dilaksanakan dengan jujur, transparan dan akuntabel. “Kita mengelola persembahan-persembahan umat yang diperuntukkan untuk penyelenggaraan pelayanan gereja, dan umat telah memberi dengan sukacita. Karena itu, kami berharap para pengelola keuangan gereja dapat mengelolanya dengan baik, jujur dan takut akan Tuhan, tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 01 Juni 2026 di Kantor Klasis Pulau Ambon Utara menghadirkan Bendahara Sinode GPM, Pendeta Max Syauta sebagai narasumber. Dalam kegiatan  tersebut, Pendeta Max Syauta meletakkan dasar-dasar regulasi pengelolaan keuangan gereja serta aspek teologi yang melekat pula dalam penjelasan penjelasan tersebut. Selain itu, penjelasan di seputar kepala pembukaan dan prakteknya pun dijelaskan secara renyah oleh Bendahara Sinode.

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi para bendahara untuk mensharingkan praktek pengelolaan keuangan gereja di jemaat dan kendala-kendala yang dihadapi oleh para bendahara dalam pengelolaan keuangan gereja di jemaat dan penguatan pada aspek teknis dan teologis pun dilakukan oleh narasumber, sehingga semua bendahara pulang dengan pemahaman yang sama dan berharap tugas-tugas pengelolaan keuangan gereja di jemaat dan klasis dapat dilakukan secara transparan, akuntabel dan takut Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *